Sabtu, 03 November 2012

Kota Bukittinggi , Kota Pariwisata Yang Indah


Salam Blogger Semua !!!

Kali ini li bakan ngepost tentang salah satu kota yang ada di Indonesia, dan kota ini merupakan kota tempat tinggal li. Selain itu, kota ini juga pernah menjadi ibukota Indonesia pada masa penjajahan dulu. Penasaran ??? hahaha :D ...  Baiklah daripada pusing li gak bakal main teka-teki. Bahasan li kali ini adalah tentang “KOTA BUKITTINGGI”. Kota Bukittinggi adalah salah satu kota yang terdapat di Sumatera Barat. Sebelum li membahas tentang kota ini lebih lanjut, li bakal kasih tau beberapa informasi tentang Kota Bukittinggi ...

            Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota yang terdapat di jajaran Bukit Barisan yang membujur di sepanjang Pulau Sumatera. Kota ini terletak diantara 2 gunung, yaitu: Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Kota ini memiliki topografi berbukit-bukit dan berlembah, beberapa bukit tersebut tersebar dalam wilayah perkotaan, di antaranya Bukit Ambacang, Bukit Tambun Tulang, Bukit Mandiangin, Bukit Campago, Bukit Kubangankabau, Bukit Pinang Nan Sabatang, Bukit Canggang, Bukit Paninjauan dan sebagainya. Sementara terdapat lembah yang dikenal juga dengan Ngarai Sianok yang didasarnya mengalir sebuah sungai yang disebut dengan Batang Masang.
Kantor Walikota

Sejarah Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi mulai berdiri seiring dengan kedatangan Belanda yang kemudian mendirikan kubu pertahanan pada tahun 1825, pada masa Perang Padri di salah satu bukit yang terdapat dalam kota ini. Tempat ini dikenal sebagai Benteng Fort de Kock, sekaligus menjadi tempat peristirahatan opsir-opsir Belanda yang berada di wilayah jajahannya. Kemudian pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, kawasan ini selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan yang kemudian berkembang menjadi sebuah Stadsgemeente (kota), dan juga berfungsi sebagai ibu kota Afdeeling Padangsche Bovenlanden dan Onderafdeeling Oud Agam.
Pada masa pendudukan Jepang, Kota Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian pemerintahan militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand. Kota ini menjadi tempat kedudukan komandan militer ke-25 Kenpeitai, di bawah pimpinan Mayor Jenderal Hirano Toyoji. Kemudian kota ini berganti nama dari Stadsgemeente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho yang daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari sekitarnya seperti Sianok Anam Suku, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba dan Bukit Batabuah. Sekarang nagari-nagari tersebut masuk ke dalam wilayah Kabupaten Agam.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Bukittinggi dipilih menjadi ibu kota provinsi Sumatera, dengan gubernurnya Mr. Teuku Muhammad Hasan. Kemudian Bukittinggi juga ditetapkan sebagai wilayah pemerintahan kota berdasarkan Ketetapan Gubernur Provinsi Sumatera Nomor 391 tanggal 9 Juni 1947.
Pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Kota Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan, ketika pada tanggal 19 Desember 1948 kota ini ditunjuk sebagai ibu kota negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Di kemudian hari, peristiwa ini ditetapkan sebagai Hari Bela Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 18 Desember 2006.
Selanjutnya Kota Bukittinggi menjadi Kota Besar berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom kota besar dalam lingkungan daerah provinsi Sumatera Tengah masa itu, yang meliputi wilayah provinsi Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau sekarang.
Dalam rangka perluasan wilayah kota, pada tahun 1999 pemerintah menerbitkan PP Nomor 84 Tahun 1999 yang isinya menggabungkan nagari-nagari di sekitar Bukittinggi ke dalam wilayah kota. Nagari-nagari tersebut yaitu Cingkariang, Gaduik, Sianok Anam Suku, Guguak Tabek Sarojo, Ampang Gadang, Ladang Laweh, Pakan Sinayan, Kubang Putiah, Pasia, Kapau, Batu Taba, dan Koto Gadang.  Namun sebagian masyarakat di 12 nagari tersebut menolak untuk bergabung dengan Bukittinggi, sehingga peraturan tersebut hingga saat ini belum dapat dilaksanakan.

Tempat Pariwisata di Kota Bukttinggi

Terdapat beberapa tempat pariwisata di Kota Bukittinggi, diantaranya adalah:

1.      Jam Gadang
            Sebuah menara jam yang terletak di jantung Kota bukittinggi, sekaligus menjadi simbol Kota Bukittinggi.

2.      Benteng Fort de Kock
            Sebuah benteng yang merupakan peninggalan di masa penjajahan Belanda.
3.      Kebun Binatang Kinantan
            Suatu Taman Margasatwa yang terdapat di Kota Bukittinggi. Selain sebagai tempat perlindungan hewan, disana juga terdapat sebuah rumah adat Minangkabau dan di dalamnya terdapat peninggalan-peninggalan serta barang-barang kuno masyarakat Minangkabau.
4.      Jembatan Limpapeh
            Sebuah jembatan yang menjadi penghubung antara Benteng Fort de Kock dengan Kebun Binatang Kinantan.

5.      Lubang Jepang
            Sebuah goa yang dahulunya merupakan tempat persembunyian tentara Jepang sewaktu Perang Dunia II.

Dan masih banyak lagi tempat-tempat pariwisata yang dapat di kunjungi di Kota Bukittinggi .Bagi yang belum pernah berkunjung ke Kota Bukittinggi, AYO SEGERA KE KOTA BUKITTINGGI DIJAMIN LIBURAN KALIAN AKAN MENYENANGKAN !!! *maksa banget  -_-“

Tidak ada komentar:

Posting Komentar